Travelling pada hakikatnya memiliki arti “berpergian dari satu tempat ke tempat lainnnya”, namun pada era digital saat ini istilah “travelling” telah berubah menjadi suatu gaya hidup. Hal ini terutama dapat terlihat pada gaya hidup millenial zaman sekarang atau bisa kita sebut sebagai “millennial travel”, travellingbukanlah lagi menjadi suatu hal yang hanya semata dianggap untuk mencari hiburan, tetapi merupakan gaya hidup yang seringkali kita lihat melekat pada millenial. Bahkan ketika travellingberarti harus menunda pengeluaran meraka yang lain, seperti memberli mobil baru atau pakaian terkini, kaum milenial rela memangkas biaya tersebut untuk membeli petualangan travelling yang mereka idamkan.
Para millennial, seperti yang kita tahu dikenal sebagai generasi petualang, berani mengambil resiko, serta opurtunis. Mereka melihat travelling sebagai salah satu kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mengggali pengalaman melalui aktivitas tradisional yang kerap kali ditemui ketika berpergian.
Pesatnya kemajuan teknologi saat ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung banyaknya bermunculan millenial travel. Mudahnya mencari informasi mulai dari tiket pesawat, tempat menginap, informasi kuliner, sampai tempat wisata dapat ditemukan hanya dengan berselancar di internet. Bagi Millennials, travellingbukan lagi suatu usaha yang perlu direncanakan untuk dipersiapkan dan dipesan dengan baik sebelumnya. Travelling bisa terjadi kapan saja, secara mendadak ataupun dilakukan di akhir pekan atau atau beberapa hari sebelum jadwal yang diinginkan.
Beragam aplikasi yang hadir saat ini juga kerap memberikan banyak pengaruh terhadap kebiasaan millennial travel. Aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, Airbnb, dan lainnya kerap memberikan tawaran diskon atau tawaran menarik lainnya yang membuat travelling semakin mudah dan menarik. Hal lain yang mungkin menjadi faktor pendukung kebiasaan travelling saat ini ialah semakin mudahnya proses dalam pembuatan paspor dan perizinan visa, makin banyaknya pilihan penerbangan baik domestik maupun internasional dengan biaya yang mudah terjangkau..

Pra Millenial juga kerap kali disebut penjelajah atau petualang. Lebih dari setengah millennial dibandingkan dengan generasi sebelumnya menyatakan bahwa mereka bersedia untuk “menghadapi bahaya demi mencapai rasa penasaran dan kegembiraan” (source: https://www.lsb.com/blog/4-insights-on-millennial-travel-behavior/). Sikap bepetualang ini tidak hanya berlaku dalam mencari kegiatan liburan, tapi juga dapat terlihat ketika mereka mencari akomodasi. Millenial cenderung lebih berani dalam mencoba sesuatu yang baru, contohnya seperti dalam mencari penginapan. Mereka tidak takut untuk mencoba penginapan baru hanya dengan bermodalkan ulasan-ulasan orang lain, sekalipun mereka tidak pernah mendengar penginapan tersebut sama sekali. Sikap ini berbeda dari generasi sebelumnya yang cenderung memilih destinasi travelling yang sama dan akomodasi yang sudah mereka tahu.
Sosial media memiliki peran besar terhadap kebiasaan travelling ini, tentu kita sering mendengar bagaimana melekatnya sosial media dan para millennial ini. Kemudahan untuk membagikan sesuatu kepada ribuan orang hanya dalam waktu sekejap membuat kontentravelling terlihat menjadi sesuatu yang keren. Konten yang dibagikan tersebut juga turut berperan dalam kemajuan sektor pariwisata, hal ini dikarenakan banyak millennialyang memilih destinasi wisata mereka karena terpangaruh oleh konten sosial media yang dibagikan oleh teman sekitar atapun influencerfavorit yang mereka ikuti.

Pada generasi sebelumnya, travelling umumnya dilakukan bersama keluarga atau dilakukan berama-rama, namun millenial saat ini lebih banyak berpergian bersama teman atau bahkan melakukan hal tersebut seorang diri. Mereka tidak lagi takut untuk berpergian seorang diri, beberapa millennial bahkan berpergian sendiri menuju destinasi wisata mereka untuk kemudian berpergian secara berkelompok dengan orang yang mereka temui di media sosial.
Kegiatan yang dilakukan saat travelling juga cukup unik, dahulu orang berpergian untuk mendatangi tempat wisata alam atau bangunan bersejarah. Walaupun tempat-tempat tersebut masih menjadi destinasi travelling para millennial, saat ini millennial cenderung lebih tertarik dengan tempat-tempat yang memiliki konsep artsy atau kerap disebut sebagai instagrammable. Tak jarang kita temui konten foto para millennial saat berlibur ialah foto mereka di suatu tempat dengan latar belakang café artsy, yang bahkan mungkin sebenarnya banyak cafe serupa di tempat mereka berasal. Ketika berpergian ke suatu destinasi yang sedang trend dan mendapatkan konten foto yang menarik, hal ini sudah menjadi suatu tujuan dari travelling itu sendiri. Namun terlepas dari hal tersebut, tren millennial travel saat ini telah banyak memberikan dampak postif bagi berbagai sektor.


