Bali sebagai pariwisata secara global

Kita semua tau bahwa Bali adalah destinasi wisata paling terkenal di Indonesia dan gemerlap kehidupan malam yang meriah serta pesona alamnya yang tiada tara. Bali memiliki sangat banyak pantai sehingga sangat banyak turis mancanegara yang datang demi mengunjung pantai di bali yang cantik dan eksotis Pulau Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibu kota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Berbagai penghargaan Internasional khususnya dibidang pariwisata telah diberikan pada Bali diantaranya oleh Majalah Travel and Leisure memilih Bali sebagai World’s Best Island tahun 2009, sementara Lonely Planet’s memilih Bali sebagai peringkat kedua Best of Travel 2010. Oleh karena itu Bali telah menjadi tujuan pariwisata bagi wisatawan lokal dan wisatawan seluruh dunia, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia sebagai jumlah wisatawan terbanyak, kemudian wisatawan dari Taiwan, Eropa, Inggris, Amerika, Singapura dan Malaysia, dll.  .

pantai nusa dua

Tidak hanya pantai beberapa turis juga datang kebali untuk mempelajarai budaya indonesia, karna pulau bali memiliki cukup banyak tempat wisata bersejarah, contohnya seperti garuda wisnu kencana (GWK). GWK adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali.Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 120 meter.

garuda wisnu kencana

Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, atau Pulau Surga. Karena di samping pantai-pantai Bali yang memang sudah sangat terkenal keindahannya, Bali juga memiliki keindahan alam yang luar biasa dan lengkap, seperti gunung berapi, sawahnya yang bersusun (Terasering Ceking) menghampar hijau memberikan rasa damai dan ketenangan, butiran pasir dan keindahan alam bawah lautnya yang mengagumkan seolah menjadi persembahan keindahan alam yang tiada habisnya, serta keunikan seni budayanya dan berbagai hasil kerajinan tangan yang khas dan fantastis dari para pengrajinnya.  Tempat-tempat yang sering dikunjungi adalah Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan utama pariwisata, baik sebagai wisata pantai maupun tempat peristirahatan, spa, golf, dan lain-lain yang terletak terletak di Kabupaten Badung, Nusa Lembongan adalah sebagai salah satu tempat menyelam (diving), terletak di Kabupaten Klungkung, sedangkan Ubud sebagai pusat kesenian dan tempat peristirahatan yang tenang, terletak di Kabupaten Gianyar. 

nusa lembongan

Selain terkenal dengan objek wisata alamnya, Bali juga terkenal dengan wisata Budayanya. Seni musik, seni tari dan ritual upacara adat Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau Bali. Hal ini semakin menambah kekayaan khasanah pariwisata di Bali dan semakin mengukuhkan Bali sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata Internasional. 

Pada umumnya seni tari Bali dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok, yaitu Wali atau seni tari pertunjukan sakral, Bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung dan Balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.

tari kecak

Pariwisata Indonesia kembali dapat pengakuan dunia, kali ini tidak tanggung-tanggung destinasi wisata dunia Bali berhasil menyabet 3 penghargaan sekaligus dalam Global Destination Marketing Summit and World Culture and Tourism Forum. Event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Tiongkok. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penghargaan ini menandai Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Terlebih penghargaan ini semakin mengukuhkan Bali yang pada tahun 2017 meraih the best destination 2017

Seperti diketahui, Kemenpar sambut kemenangan Bali yang menyambet 3 katagori award sekaligus yakni sebagai Top 10 Overseas Destination, Top 10 Luxury Travel Destination dan Top 10 Honeymoon Destination for Chinnese Tourists selama tahun 2017. Di Indonesia, daerah Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali, segera ditetapkan sebagai destinasi gastronomi berstandar global oleh UNWTO? Jika sertifikasi ini berhasil, Indonesia akan punya destinasi gastronomi pertama kelas dunia atau diakui resmi oleh dunia internasional.

Ubud pertama kali diusulkan sebagai destinasi gastronomi berstandar global oleh UNWTO pada 2017. Dua tahun berselang, UNWTO kini akan melakukan kunjungan untuk menilai kelayakan Ubud menjadi destinasi gastronomi global.

Untuk kategori award Top 10 Honeymoon Destination, Bali berada di urutan pertama mengalahkan destinasi kelas dunia bergengsi lainnya seperti Hawai, Paris, New York, Dubai, Sanya, Madrid, Sydney, Guam, dan Valietta.

WIRAUSAHA

Wirausahawan adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Wirausahawan Dari pengertian wirausaha di atas hampir sama dengan pengertian kewirausahaan. Yang memberdayakan antara wirausaha dan wirausahawan adalah objek atau pelaku yang melakukan wirausaha. Jadi, bisa dikatakan bahwa wirausahawan adalah pelaku yang berani untuk mengambil risiko dan melihat peluang usaha.

apabila saya menjadi seorang wirausahawan saya akan membuka usaha

  1. Usaha bidang kuliner

Usaha di bidang kuliner memang tidak pernah sepi karena setiap orang membutuhkan asupan makanan setiap harinya. itulah mengapa saya ingin memiliki bisnis dibidang kuliner. saya ingin membuka restoran di pinggir pantai atau di rooftop dengan tema kekinian dan intagramable dengan harga yg cukup terjangkau yang sangat cocok bagi kaum millenial yg ingin bergaya dengan budget yg tidak terlalu besar para pelanggan bisa menikmati makanan yg lezat dengan pemandangan indah. sambil menikmati makanan yg lezat dengan pemandangan yg indah pengunjung juga akan diiringi live musik. saya akan membuat promo tertentu dan bekerja sama dengan beberapa artis/ selebgram.

2. Usaha bidang jasa

Kini laundry kiloan menjadi salah satu usaha rumahan yang sering kali dilakukan oleh banyak kalangan. Bukan hanya dari kalangan elit, melainkan juga oleh kelompok menengah ke bawah, terlebih untuk para mahasiswa dan juga ibu rumah tangga.

Dulu kita memang sering menemukan usaha laundry kiloan di lingkungan perkotaan. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, usaha ini juga sudah banyak kita temukan di pedesaan, sebab melihat peluang yang menguntungkan dan banyak yang membutuhkan jasanya.

Sebagian dari kita mungkin dulu hanya melihat usaha laundry kiloan di lingkungan perkotaan. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman ternyata ada juga usaha serupa yang sudah mulai banyak ditemukan di lingkungan pedesaan. Hal ini menjadi salah satu bentuk kemajuan yang pesat dari usaha laundry sebagai pemenuh kebutuhan masyarakat.

Kita memang yak bisa memungkiri bahwa kebutuhan untuk mencuci dan mengeringkan baju sering kali menjadi kendala untuk beberapa orang. Ada sejumlah orang yang tak memiliki banyak waktu untuk melakukan keduanya sendiri atau justru kekhawatiran bahwa pakaian yang dicuci tak bisa kering karena sudah memasuki musim hujan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, laundry kiloan menjadi salah satu bisnis yang dianggap menguntungkan dan ada banyak orang yang membutuhkan jasa ini. akan tetapi, di samping itu, bila kita tinjau dari segi analisa, usaha ini hasilnya akan memberi keuntungan dan juga akan meningkatkan perekonomian orang yang memiliki usaha yang satu ini.

3. Usaha online shop


Saat ini, keberadaan toko online sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Kondisi ini bisa Anda manfaatkan dengan menjadi dropshipper berbagai produk yang dipasarkan secara online. Dropshipper bisa dikatakan sebagai perpanjangan tangan sebuah toko online. Tugas kita sebagai dropshipper adalah bekerja sama dengan toko online tertentu dan mempromosikan produk mereka.

Usaha ini bahkan bisa dilakukan tanpa modal. Jika strategi promosi dilakukan secara maksimal, kita akan mudah memperoleh keuntungan saat ada pelanggan yang memesan produk. Sebaliknya, kalaupun tidak ada pembeli, kita tidak akan dirugikan.

4. Bergabung dengan bisnis waralaba
Usaha waralaba atau franchise memiliki beberapa keuntungan. Pertama, bisnis ini sudah memiliki konsep dan produk yang jelas. Kedua, jika produk franchise yang dipilih sudah dikenal banyak orang, usaha promosi bisa dilakukan dengan lebih ringan. Lalu, keuntungan ketiga, modal yang Anda keluarkan bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Bisnis waralaba biasanya menawarkan sejumlah pilihan kerja sama usaha yang bisa disesuaikan dengan kemampuan modal yang dimiliki anggotanya. Dengan begitu, kita bisa mengeluarkan modal yang tidak terlalu besar saat memulai wirausaha.

Dampak Revolusi Terhadap Industri Pariwisata

Pasti kalian pernah dengar revolusi industri, sebenernya apa sih revolusi industri itu?

Revolusi industri telah terjadi sejak tahun 1750-an dan terus berlanjut sampai sekarang. Dimulai dari mesin uap yang mendominasi industri saat itu, dari kereta sampai mesin penggerak turbin. Dan sekarang memasuki revolusi industri ke 4, semuanya telah berubah secara dramatis. Tren otomatisasi, pertukaran data terkini, komputasi awan, Internet of things (IoT), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan semua hal virtual yang mampu memudahkan kegiatan operasional kita. Hampir semua hal.

Revolusi Industri adalah keadaan dimana banyak aspek kehidupan yang terpengaruh oleh perubahan global tersebut. Proses produksi atau jasa yang mulanya sulit, memakan waktu lama, dan memakan biaya mahal menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah dalam prosesnya. 

Revolusi Industri yang terjadi di Eropa dan Inggris khususnya membawa dampak di bidang sosial, ekonomi, dan politik. Di bidang sosial munculnya golongan buruh yang hidup menderita dan berusaha berjuang untuk memperbaiki nasib. Gerakan kaum buruh inilah yang kemudian melahirkan gerakan sosialis yang menjadi lawan dari kapitalis. Bahkan kaum buruh akhirnya bersatu dalam suatu wadah organisasi, yakni Partai Buruh. Di bidang ekonomi, perdagangan makin berkembang. Perdagangan lokal berubah menjadi perdagangan regional dan internasional. Sebaliknya, di bidang politik,

Kita hidup pada zaman revolusi industri keempat. Begitu kata Klaus Schwab, pendiri Forum Ekonomi Dunia, pada pertemuan tahunan di Davos, Swiss, Januari 2016. Revolusi industri pertama ditandai penemuan uap air yang menggantikan tenaga manusia dalam menggerakkan mesin. Revolusi kedua terjadi pada akhir abad ke-19, dipicu penemuan listrik yang memunculkan berbagai kemajuan, mulai teknologi pesawat terbang, mobil, hingga televisi. Revolusi ketiga dimulai pada 1960-an saat perkembangan teknologi digital, dari komputer hingga internet.
Sejak itu, revolusi industri keempat terjadi sebagai akumulasi kemajuan di bidang fisik, digital, dan biologi yang memunculkan berbagai kemajuan mengagumkan di berbagai bidang. Kemajuan itu, antara lain, mobil tanpa pengemudi, robot pandai, hingga pencetak 3 dimensi. Semua ini mengubah cara manusia bekerja, berelasi, hingga menjalani kehidupan sehari-hari.


Salah satu sektor paling terpengaruh revolusi industri keempat ini adalah pariwisata. Kita bisa menyaksikan, iklan destinasi wisata begitu menggiurkan sehingga minat wisatawan meningkat.

 revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan Pariwisata 4.0 telah dan akan terus membawa perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.

 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bahkan beberkan visi pariwisata Indonesia dalam menyambut revolusi industri 4.0.

Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan.

Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.

Meskipun begitu, dalam pelaksanaannya bukan tanpa hambatan.

Menurut data Kementerian Pariwisata (Kemenpar),masih ada 30 persen insan pariwisata Indonesia yang masih betah menggunakan cara lama.

Untuk mengatasinya, Menpar akan melakukan penyuluhan agar para pelaku pariwisata Indonesia seluruhnya sudah melek digital.

dengan adanya revolusi terhadapt pariwisata kita semakin mudah jika ingin berpegian kemana mana. berbeda sekali dengan era revolusi dulu, dimana kita sangat susah jika ingin melakukan travel karna harus melakukan pemesanan secara langsung. sedangkat di era revolusi 4.0 ini kita dengan mudah bisa pergi kemana saja kapan saja. di era revolusi4.0 jika kita ingin melakukan traveling kita bisa membeli tiket pesawat dan booking hotel kapan saja dan dimana saja. era revolusi 4.0 sangat membantu baik dibidang ekonomi, politik, industri maupun pariwisata

s


dengan kemajuan era kita semakin dipermudah dalam pariwisata, jika dahulu ingin mengunjungi suatu tempat kita harus membeli perta terlebih dahulu namun kita kita bisa bepergian kemana saja hanya dengan sebuah gadget

map traveling era lama

map traveling era revolusi

jadi revolusi industri sangat berguna di berbagai aspek kehidupan.

Millenial Travel pada Era Digital

Travelling pada hakikatnya memiliki arti “berpergian dari satu tempat ke tempat lainnnya”, namun pada era digital saat ini istilah “travelling” telah berubah menjadi suatu gaya hidup. Hal ini terutama dapat terlihat pada gaya hidup millenial zaman sekarang atau bisa kita sebut sebagai “millennial travel”travellingbukanlah lagi menjadi suatu hal yang hanya semata dianggap untuk mencari hiburan, tetapi merupakan gaya hidup yang seringkali kita lihat melekat pada millenial. Bahkan ketika travellingberarti harus menunda pengeluaran meraka yang lain, seperti memberli mobil baru atau pakaian terkini, kaum milenial rela memangkas biaya tersebut untuk membeli petualangan travelling yang mereka idamkan.

Para millennial, seperti yang kita tahu dikenal sebagai generasi petualang, berani mengambil resiko, serta  opurtunis. Mereka melihat travelling sebagai salah satu kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mengggali pengalaman melalui aktivitas tradisional yang kerap kali ditemui ketika berpergian.

Pesatnya kemajuan teknologi saat ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung banyaknya bermunculan millenial travel. Mudahnya mencari informasi mulai dari tiket pesawat, tempat menginap, informasi kuliner, sampai tempat wisata dapat ditemukan hanya dengan berselancar di internet. Bagi Millennials, travellingbukan lagi suatu usaha yang perlu direncanakan untuk dipersiapkan dan dipesan dengan baik sebelumnya. Travelling bisa terjadi kapan saja, secara mendadak ataupun dilakukan di akhir pekan atau atau beberapa hari sebelum jadwal yang diinginkan.

Beragam aplikasi yang hadir saat ini juga kerap memberikan banyak pengaruh terhadap kebiasaan millennial travel. Aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, Airbnb, dan lainnya kerap memberikan tawaran diskon atau tawaran menarik lainnya yang membuat travelling semakin mudah dan menarik.  Hal lain yang mungkin menjadi faktor pendukung kebiasaan travelling saat ini ialah semakin mudahnya proses dalam pembuatan paspor dan perizinan visa, makin banyaknya pilihan penerbangan baik domestik maupun internasional dengan biaya yang mudah terjangkau..

Pra Millenial juga kerap kali disebut penjelajah atau petualang. Lebih dari setengah millennial dibandingkan dengan generasi sebelumnya menyatakan bahwa mereka bersedia untuk “menghadapi bahaya demi mencapai rasa penasaran dan kegembiraan” (source: https://www.lsb.com/blog/4-insights-on-millennial-travel-behavior/). Sikap bepetualang ini tidak hanya berlaku dalam mencari kegiatan liburan, tapi juga dapat terlihat ketika mereka mencari akomodasi. Millenial cenderung lebih berani dalam mencoba sesuatu yang baru, contohnya seperti dalam mencari penginapan. Mereka tidak takut untuk mencoba penginapan baru hanya dengan bermodalkan ulasan-ulasan orang lain, sekalipun mereka tidak pernah mendengar penginapan tersebut sama sekali. Sikap ini berbeda dari generasi sebelumnya yang cenderung memilih destinasi travelling yang sama dan akomodasi yang sudah mereka tahu.

Sosial media memiliki peran besar terhadap kebiasaan travelling ini, tentu kita sering mendengar bagaimana melekatnya sosial media dan para millennial ini. Kemudahan untuk membagikan sesuatu kepada ribuan orang hanya dalam waktu sekejap membuat kontentravelling terlihat menjadi sesuatu yang keren. Konten yang dibagikan tersebut juga turut berperan dalam kemajuan sektor pariwisata, hal ini dikarenakan banyak millennialyang memilih destinasi wisata mereka karena terpangaruh oleh konten sosial media yang dibagikan oleh teman sekitar atapun influencerfavorit yang mereka ikuti. 

Pada generasi sebelumnya, travelling umumnya dilakukan bersama keluarga atau dilakukan berama-rama, namun millenial saat ini lebih banyak berpergian bersama teman atau bahkan melakukan hal tersebut seorang diri. Mereka tidak lagi takut untuk berpergian seorang diri, beberapa millennial bahkan berpergian sendiri menuju destinasi wisata mereka untuk kemudian berpergian secara berkelompok dengan orang yang mereka temui di media sosial.

Kegiatan yang dilakukan saat travelling juga cukup unik, dahulu orang berpergian untuk mendatangi tempat wisata alam atau bangunan bersejarah. Walaupun tempat-tempat tersebut masih menjadi destinasi travelling para millennial, saat ini millennial cenderung lebih tertarik dengan tempat-tempat yang memiliki konsep artsy atau kerap disebut sebagai instagrammable. Tak jarang kita temui konten foto para millennial saat berlibur ialah foto mereka di suatu tempat dengan latar belakang café artsy, yang bahkan mungkin sebenarnya banyak cafe serupa di tempat mereka berasal. Ketika berpergian ke suatu destinasi yang sedang trend dan mendapatkan konten foto yang menarik, hal ini sudah menjadi suatu tujuan dari travelling itu sendiri. Namun terlepas dari hal tersebut, tren millennial travel saat ini telah banyak memberikan dampak postif bagi berbagai sektor. 

Millenial Travel Habit pada Era Digital

Travelling pada hakikatnya memiliki arti “berpergian dari satu tempat ke tempat lainnnya”, namun pada era digital saat ini istilah “travelling” telah berubah menjadi suatu gaya hidup. Hal ini terutama dapat terlihat pada gaya hidup millenial zaman sekarang atau bisa kita sebut sebagai “millennial travel”travelling bukanlah lagi menjadi suatu hal yang hanya semata dianggap untuk mencari hiburan, tetapi merupakan gaya hidup yang seringkali kita lihat melekat pada millenial. Bahkan ketika travellingberarti harus menunda pengeluaran meraka yang lain, seperti memberli mobil baru atau pakaian terkini, kaum milenial rela memangkas biaya tersebut untuk membeli petualangan travelling yang mereka idamkan.

Para millennial, seperti yang kita tahu dikenal sebagai generasi petualang, berani mengambil resiko, serta  opurtunis. Mereka melihat travelling sebagai salah satu kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mengggali pengalaman melalui aktivitas tradisional yang kerap kali ditemui ketika berpergian.

Pesatnya kemajuan teknologi saat ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung banyaknya bermunculan millenial travel. Mudahnya mencari informasi mulai dari tiket pesawat, tempat menginap, informasi kuliner, sampai tempat wisata dapat ditemukan hanya dengan berselancar di internet. Bagi Millennials, travellingbukan lagi suatu usaha yang perlu direncanakan untuk dipersiapkan dan dipesan dengan baik sebelumnya. Travelling bisa terjadi kapan saja, secara mendadak ataupun dilakukan di akhir pekan atau atau beberapa hari sebelum jadwal yang diinginkan.

Beragam aplikasi yang hadir saat ini juga kerap memberikan banyak pengaruh terhadap kebiasaan millennial travel. Aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, Airbnb, dan lainnya kerap memberikan tawaran diskon atau tawaran menarik lainnya yang membuat travelling semakin mudah dan menarik.  Hal lain yang mungkin menjadi faktor pendukung kebiasaan travelling saat ini ialah semakin mudahnya proses dalam pembuatan paspor dan perizinan visa, makin banyaknya pilihan penerbangan baik domestik maupun internasional dengan biaya yang mudah terjangkau.

Pra Millenial juga kerap kali disebut penjelajah atau petualang. Lebih dari setengah millennial dibandingkan dengan generasi sebelumnya menyatakan bahwa mereka bersedia untuk “menghadapi bahaya demi mencapai rasa penasaran dan kegembiraan” (source: https://www.lsb.com/blog/4-insights-on-millennial-travel-behavior/). Sikap bepetualang ini tidak hanya berlaku dalam mencari kegiatan liburan, tapi juga dapat terlihat ketika mereka mencari akomodasi. Millenial cenderung lebih berani dalam mencoba sesuatu yang baru, contohnya seperti dalam mencari penginapan. Mereka tidak takut untuk mencoba penginapan baru hanya dengan bermodalkan ulasan-ulasan orang lain, sekalipun mereka tidak pernah mendengar penginapan tersebut sama sekali. Sikap ini berbeda dari generasi sebelumnya yang cenderung memilih destinasi travelling yang sama dan akomodasi yang sudah mereka tahu.

Sosial media memiliki peran besar terhadap kebiasaan travelling ini, tentu kita sering mendengar bagaimana melekatnya sosial media dan para millennial ini. Kemudahan untuk membagikan sesuatu kepada ribuan orang hanya dalam waktu sekejap membuat kontentravelling terlihat menjadi sesuatu yang keren. Konten yang dibagikan tersebut juga turut berperan dalam kemajuan sektor pariwisata, hal ini dikarenakan banyak millennialyang memilih destinasi wisata mereka karena terpangaruh oleh konten sosial media yang dibagikan oleh teman sekitar atapun influencerfavorit yang mereka ikuti. 

Pada generasi sebelumnya, travelling umumnya dilakukan bersama keluarga atau dilakukan berama-rama, namun millenial saat ini lebih banyak berpergian bersama teman atau bahkan melakukan hal tersebut seorang diri. Mereka tidak lagi takut untuk berpergian seorang diri, beberapa millennial bahkan berpergian sendiri menuju destinasi wisata mereka untuk kemudian berpergian secara berkelompok dengan orang yang mereka temui di media sosial.

Kegiatan yang dilakukan saat travelling juga cukup unik, dahulu orang berpergian untuk mendatangi tempat wisata alam atau bangunan bersejarah. Walaupun tempat-tempat tersebut masih menjadi destinasi travelling para millennial, saat ini millennial cenderung lebih tertarik dengan tempat-tempat yang memiliki konsep artsy atau kerap disebut sebagai instagrammable. Tak jarang kita temui konten foto para millennial saat berlibur ialah foto mereka di suatu tempat dengan latar belakang café artsy, yang bahkan mungkin sebenarnya banyak cafe serupa di tempat mereka berasal. Ketika berpergian ke suatu destinasi yang sedang trend dan mendapatkan konten foto yang menarik, hal ini sudah menjadi suatu tujuan dari travelling itu sendiri. Namun terlepas dari hal tersebut, tren millennial travel saat ini telah banyak memberikan dampak postif bagi berbagai sektor. 

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started